Halaman

    Social Items

Daftar Driver Santrijek

Pengaturan Perang Dalam Islam



Banyak sekali pengaturan perang dalam islam . namun saya akan memberikan sedikit penjelasan beberapa diantaranya.
  1. Disiplin
Islam menyuruh supaya patuh dan taat kepada pimpinan perwalian, tetap pada pendirian, tetap berpegang teguh dengan “Tali Alloh (Dien Alloh), dan dengan keyakinannya sendiri serta menjauhkan sebab-sebab yang membawa kepada kegagalan. Firman Alloh :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Alloh sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Alloh dan Rosul-Nya dan janganlah kamu menjadi gentar dan bilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar”.
( Q.S Al-Anfal :45-46)
                Demikian juga Islam memberikan peringatan keras terhadap mereka yang lari dari menghadapi musuh akibat jelek yang ditimbulkanya.
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu  dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (munddur) diwaktu itu, kecuali untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Alloh, dan tempatnya ialah neraka jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (Q.S Al-Anfal : 15-16)
  1. Pengarahasiaan
Islam melarang keras menyiarkan rahasia-rahasia perjuangan. Terahadap mereka yang menyebarkan atau membocorkanya, digolongkan orang-orang munafik, diharuskan kembali kepada disiplin yang berlaku. Firman Alloh :
“sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan waktu yang sebentar”.  (Q.S Al-Ahzab : 60)
  1. Perdamaian dan Genjatan Senjata
Islam menyuruh untuk damai dan meletakan senjata dengan syarat kalau musuh memang cenderung untuk itudan ada tanda-tanda i’tikad baik mereka untuk mematuhinya.
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condongkanlah kepadanya dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya dialah yang Maha Mendengar  lagi Maha Mengetahui. Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Alloh (menjadi pelindungmu). Dia lah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya edngan para mu’min”. (Q.S Al-Anfal : 61-62)
  1. Tawanan Perang
Terhadap tawanan perang, seorang komandan tentara Islam (bila situasinya memungkinkan) dapat memilih membebaskanya sama sekali tanpa tebusan atau dengan jalan menebusnya dengan harta atau dengan jalan tukar menukar tawanan perang . ini tergantung penilaian komandan mana yang lebih maslahat.
“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pacunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Alloh menghendakinya niscaya Alloh akan membinasakan mereka tetapi Alloh hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Alloh . Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka”.  (Q.S Muhammad : 4)
Islam mengharamkan membunuh  tawanan perang. Mereka yang menyerahkan diri secara baik diperlakukan sama dengan seorang muslim sejati. Dilarang menyakitinya, walaupun menyerahkan dirinya itu karena takut.
  1. Memlihara Janji
Dengan suatu cara tersendiri dien Islam menyuruh kaum  muslimin agar mereka mesti memelihara janji dan mengharamkan mengkhianatinya. Fungsi janji dalam islam adalah mutlak pentingnya untuk menuju suasana ketenangan an perdamaian. Tentang ini coba pahami firman Alloh dalam Al-Quran surat An-Nahl : 91-92.

Tidak ada komentar